Modul Ajar Mingguan dengan topik Mengenal Musim Hujan ini bisa menjadi panduan dalam mengajar anak didik PAUD usia TK atau 4-6 tahun. Ada 5 hari pembelajaran di mana masing-masing telah dibagi menjadi beberapa sub topik. Tujuan pembelajaran ini, agar anak mengenal ciri-ciri musim hujan, memahami manfaat dan dampaknya, mengenal perlengkapan yang digunakan saat musim hujan, serta menjaga kesehatan selama musim hujan. Berikut ini sub-topik pembelajarannya: Baca juga contoh Modul Ajar PAUD lainnya dengan klik di sini Hari ke 1: Mengenal musim hujan A. Aktivitas pembuka Anak didik bernyanyi lagu "Tik Tik Tik Bunyi Hujan," menonton video tentang musim hujan untuk mengenal ciri-cirinya, lalu berdiskusi secara interaktif tentang kegiatan tersebut. B. Aktivitas pokok Anak didik melakukan kegiatan berikut ini (bisa dipilih): Menggunakan kartu bergambar: Guru mengajar dengan kartu bergambar hujan deras, langit mendung, dan angin kencang Mengajak nonton video atau animasi: Guru memutarkan video pendek tentang kondisi saat hujan, mulai hujan rintik, hujan deras, dan hujan badai Eksperimen awan hujan: Guru mengajak anak didik menggunakan kapas (sebagai awan) dan air untuk menunjukkan bagaimana awan menjadi berat dan menurunkan hujan Membuat lukisan hujan: Anak didik menciptakan efek hujan dengan cat air dan sikat, memvisualisasikan hujan secara artistik. C. Aktivitas penutup Guru menanyakan pengalaman anak didik saat musim hujan, dan anak didik melakukan refleksi tentang apa yang telah dipelajari, mendapatkan penugasan untuk mengamati suasana hujan dan membagikan pengalamannya esok hari, kemudian menutup kegiatan dengan doa bersama. Baca juga: 15 Permainan Anak Usia 5-6 Tahun Saat Cuaca Hujan: Liburan Jadi Makin Menyenangkan Hari ke 2: Proses terjadinya hujan: Apa itu daur air? A. Aktivitas pembukaGuru mengajak anak didik bernyanyi lagu tentang daur air, mengisahkan cerita singkat atau dongeng tentang proses terjadinya hujan dengan video animasi dan mendiskusikannya. B. Aktivitas pokokAnak didik melakukan kegiatan berikut ini (bisa dipilih): Percobaan proses penguapan: Dengan meletakkan air hangat di wadah terbuka dan menaruh kaca di atasnya, untuk mengamati proses penguapan. Mewarnai daur air dan menuliskan nomor (sesuai urutannya) Bermain peran: Anak-anak didik bermain peran sebagai matahari, air, dan awan untuk menggambarkan proses terjadinya hujan. C. Aktivitas penutupAnak didik berdiskusi tentang apa yang telah dipelajari, berbagi pengalaman selama kegiatan, dan menutup dengan berdoa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur. Baca juga:Ragam Eksperimen dan Craft untuk Belajar Topik Hujan: Sesuai Kurmer PAUD / TK 2023 Hari ke 3: Pengaruh dan manfaat musim hujan A. Aktivitas pembuka Anak didik menjawab pertanyaan tentang ciri-ciri hujan, berbagi pengetahuan dari pertemuan sebelumnya, dan menonton video tentang manfaat musim hujan, seperti kesuburan tanah, udara segar, dan tercukupinya sumber air. B. Aktivitas pokok Anak didik melakukan kegiatan berikut ini (bisa dipilih): Mendengarkan penjelasan dari guru tentang manfaat musim hujan dalam kehidupan sehari-hari (sesuai pengalaman guru atau siswa) Praktik cara yang benar menyiram tanaman Menonton video tentang waduk dan membuat waduk sendiri berbahan tanah liat dan botol bekas (yang dipotong). Wadah tersebut nantinya akan diisi air, agar terlihat menggenang) Menggambar bentuk sungai dan danau sebagai tempat alami untuk menampung air hujan Praktik menyiram lingkungan sekitar dan mendiskusikan dampaknya. C. Aktivitas penutup Guru menanyakan pengalaman pembelajaran, anak didik melakukan refleksi tentang apa yang telah dipelajari, mendapatkan penugasan seperti menyiram tanaman, dan menutup kegiatan dengan berdoa bersama. Hari ke 4: Mengenal perlengkapan yang digunakan saat musim hujan A. Aktivitas pembukaAnak didik berdiskusi tentang perlengkapan yang digunakan saat hujan, menonton video tentang anak yang memakai jas hujan, dan diikuti dengan menunjukkan contoh payung, jas hujan, dan sepatu bot. B. Aktivitas pokokAnak didik melakukan kegiatan berikut ini (bisa dipilih): Lomba mencari perlengkapan musim hujan: Anak didik bisa melakukannya di dalam maupun di luar kelas. Menggambar / mewarnai payung atas jas hujan favorit Menghias payung Bermain peran: Anak didik mengajari temannya untuk mengenakan jas hujan dan sepatu bot, serta memberi nasihat agar aman saat hujan turun Membuat payung dari kertas: Bahan utamanya adalah kertas warna dan stik es krim Bermain puzzle. C. Aktivitas penutupDilakukan dengan berdiskusi mengenai perlengkapan yang telah dipelajari, dan mengajak anak menceritakan kembali pengalaman mereka selama kegiatan. Baca juga: Kegiatan Bermain & Belajar MAKANAN & MINUMAN di MUSIM HUJAN bersama Ayah Bunda | Agar Anak PAUD 4-5 Tahun tetap SEHAT Hari ke 5: Tetap sehat di musim hujan A. Aktivitas embukaAnak didik mendengarkan atau menonton video tentang anak yang sakit karena kehujanan, mengajak berdiskusi tentang video tersebut, dan menanyakan cara agar tetap sehat di musim hujan. B. Aktivitas pokokAnak didik melakukan kegiatan berikut ini (bisa dipilih): Mendengarkan penjelasan guru tentang pentingnya menjaga kebersihan, makan makanan bergizi, dan menggunakan perlengkapan hujan Membuat prakarya: kalender cek kesehatan sederhana (misalnya checklist minum vitamindan memakai jas hujan). Praktik mencuci tangan dan kaki, serta minum minuman hangat Melakukan senam sehat dan menjelaskan kepada anak didik manfaat olahraga Mewarnai gambar peralatan yang dibutuhkan saat musim hujan. C. Aktivitas penutup Anak didik berdiskusi tentang apa yang telah mereka pelajari, berbagi cara mereka menjaga kesehatan selama musim hujan, dan menutup kegiatan dengan berdoa bersama untuk kesehatan dan keselamatan. Semoga modul ajar ini bisa membuat anak didik lebih memahami banyak hal tentang musim hujan dengan cara yang menyenangkan, serta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama musim hujan. Kembangkan karakter si Kecil bersama RIRI (Cerita Anak Interaktif Sumber referensi:1. Freepik.com. (2024). Cute kid plaiyng rainy day [1]
Mengajak anak-anak berpetualang mengenal udara adalah cara seru untuk memperkenalkan mereka pada dunia di sekitar dan mensyukuri karunia Tuhan atas udara yang segar. Melalui tema "Mengeksplorasi Udara," anak-anak usia 4-6 tahun dapat belajar banyak hal penting tentang udara, misalnya angin, udara bersih, polusi udara, dan bagaimana udara penting bagi kehidupan. Modul ajar ini dirancang untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan eksploratif dengan melakukan aneka kegiatan yang variatif. Artikel Terkait:- RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Air- Koleksi 15 Permainan Mudah Belajar Tentang Udara: Untuk PAUD Anak Usia 2-3 Tahun Modul Ajar Mingguan Topik: Alamku, Mengeksplorasi Udara Sub Topik: Belajar tentang Udara Waktu Belajar: 5 Hari Pembelajaran MARBEL TK DAN PAUD: Menyediakan Aneka Gims untuk Anak yang Mencerdaskan - Hari 1: Mengenal Udara Anak didik menonton video tentang udara bersih. Anak didik mendiskusikan video tentang udara bersih. Anak didik mendengarkan penjelasan guru tentang ciri utama udara, yaitu: Tidak terlihat (Tidak bisa dilihat langsung oleh indera penglihatan / mata) Dapat bergerak (Udara bergerak disebut angin) Mengisi ruang kosong (Udara selalu mengisi ruang atau wadah yang ditempatinya) Anak didik melakukan eksperimen tentang ciri udara tersebut, yaitu: Bermain Kipas-kipas: Anak didik mengipasi benda ringan, misalnya potongan kertas, untuk merasakan gerakan udara. Eksperimen Balon: Isi balon dan lepaskan, biarkan anak didik melihat udara menggerakkan balon. Meniup Gelembung: Anak didik meniup air sabun dengan sedotan (benda berbentuk lingkaran) untuk melihat udara mengisi gelembung. Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD / TK Usia 4 - 5 Tahun, Tema : Transportasi Udara - Kurikulum Merdeka Belajar Hari 2: Bermain dan Berlomba dengan Udara Anak didik melakukan aneka kegiatan bermain dan berkompetisi tentang udara, misalnya: Lomba Mengipas BalonAnak didik berlomba mengipas balon dari garis start ke garis finish. Membuat dan Bermain ParasutAnak didik membuat parasut dari bahan kantong plastik dan bandul berbahan kayu atau plastik (berbentuk orang-orangan). Kegiatan ini juga bisa dilombakan dengan cara mengukur lamanya waktu parasut melayang (yang melayangkan parasutnya paling lama adalah pemenangnya). Lomba Meniup Bola PlastikAnak didik berlomba-lomba meniup bola plastik dari satu titik ke titik lainnya. Lomba Menggerakkan Bola dengan Kipas Mini ElektrikAnak didik berlomba-lomba menggerakkan benda / bola dari satu titik ke titik lainnya dengan media kipas mini elektrik. Lomba Meniup BalonAnak didik berlomba-lomba meniup balon dalam waktu tertentu. Pemenangnya adalah yang bisa meniup balon paling besar dalam jangka waktu tertentu. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Angin, Cuaca - Kurikulum Merdeka Belajar Hari 3: Menjaga Kebersihan Udara Anak didik melakukan kerja bakti membersihkan taman sebagai “paru-paru sekolah” untuk membuat udara di sekitar sekolah semakin segar. Anak didik menanam tanaman yang dibawa dari rumah di taman sekolah. Anak didik membuat foto edukatif tentang kegiatan menjaga kebersihan udara, misalnya:- Menanam tanaman.- Membersihkan sampah di sekitar taman. Anak didik membuat poster tentang menjaga kebersihan udara. Dalam poster tersebut dicantumkan juga foto anak didik saat sedang melakukan kegiatan sebelumnya, lalu diberi tulisan dan dihiasi. Baca juga: RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Api Hari 4: Melakukan Percobaan tentang Udara Percobaan Balon MengembangBahan yang dibutuhkan adalah balon, botol plastik, cuka, dan baking soda. Anak didik memasukkan cuka ke dalam botol yang ditambahkan baking soda. Lalu, dengan cepat memasang balon di mulut botol. Cuka dan baking soda akan bereaksi secara kimia, serta menghasilkan udara yang membuat balon mengembang. Percobaan Balon Mengapung dan BergerakSediakan untuk melakukan eksperimen ini, yaitu balon dan udara.Anak didik meniup balon dan melepaskannya bagian yang ditiup di atas air atau kolam. Biarkan anak didik mengamati dan mendapatkan penjelasan bahwa udara bisa menciptakan gerakan. Percobaan Aneka KipasSiapkan aneka kipas atau benda yang bisa berfungsi sebagai kipas, misalnya kipas, buku, kipas angin eletrik, dan lainnya.Gunakan peralatan di atas untuk menggerakkan benda-benda ringan, misalnya kapas atau potongan kertas. Baca juga: 7 Aktivitas Permainan PAUD Seru untuk Belajar Tema Air Hari 5: Beraktivitas tentang Udara Bersama Orang Tua Dalam pembelajaran ini, anak didik melakukan aneka kegiatan tentang udara bersama orang tua masing-masing, misalnya: Anak didik bersama orang tua melakukan senam dengan tema udara. Anak didik bersama orang tua menyanyikan lagu tentang udara dan membuat gerakannya (melakukan gerak lagu). Anak didik bersama orang tua jalan bersama ke wilayah di sekeliling sekolah dengan teman lainnya menikmati udara segar. Anak didik bersama orang tua melakukan kegiatan merawat taman. Anak didik bersama orang tua membuat layang-layang serta menghiasinya atau seni kerajinan tangan lainnya. Baca juga: 17 Kegiatan Belajar dan Bermain Air untuk Anak PAUD & TK Usia 1 - 2 Tahun Sumber Referensi: 1. Classmonitor.com. (2023). 726296d67e [1] 2. Kidescience.com. (2023). Fun science air experiments for kids [2]
Belajar bersama air adalah salah satu kegiatan seru dan menyenangkan yang bisa membuat anak PAUD semakin memahami fakta menarik tentang air. Mengapa? Karena air adalah salah satu elemen yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Artikel Terkait:- RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Air- Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Manfaat Air - Subtema : Membuat Minuman Es Jus - Kurikulum Merdeka Belajar Ada banyak kegiatan menarik yang dirancang khusus untuk anak PAUD usia 4-6 tahun, misalnya dengan bermain, eksperimen sederhana, aktivitas sensorik, dan lainnya. Inilah aneka tema menarik yang bisa diisi dengan kegiatan seru bersama anak didik. 1. Aku Tau Sifat Air Percobaan sederhana yang pertama adalah dengan cara menuangkan air dari satu wadah (misalnya teko) ke dalam mangkuk atau gelas plastik. Dalam kegiatan ini, anak didik akan mengenal bahwa air bergerak dari tempat tinggi ke tempat yang tendah dan bentuknya selalu menyesuaikan dengan wadahnya. Percobaan kedua, anak didik diajak untuk menyemprotkan air dengan alat penyemprot, misalnya dari kran air. Air akan bergerak dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Saat air bisa membasahi kain, anak didik akan belajar bahwa air bisa meresap ke dalam celah-celah kecil. KABI: Membantu Kembangkan Karakter Islami Anak Indonesia dengan Kisah Nabi 2. Air Bisa Berubah Wujud Air adalah salah satu elemen berbentuk cair. Namun, tentu saja air bisa berubah wujud, misal menjadi padat atau gas. Siapkan sebuah es batu. Jelaskan kepada anak didik bahwa es batu terbentuk dari air yang berada di tempat bersuhu rendah (sangat dingin). Ajak anak didik mengamati es batu yang diletakkan di ruang terbuka. Es batu akan berubah menjadi cair. Siapkan segelas air panas yang berada di dalam gelas bening. Anak didik bisa mengamati dan memahami bahwa air bisa berubah menjadi uap atau gas. Baca juga: Modul Ajar dan RPP PAUD Tema Air Udara Api, Topik Kendaraan Air - Kurikulum Merdeka Belajar 3. Air dan Kesehatan Tubuhku Ajaklah anak-anak didik mencuci tangan dengan benar. Jelaskan manfaat mencuci tangan dengan benar, terutama setelah bermain, sebelum makan, sesudah makan, setelah batuk (dan menutup mulut dengan tangan), dan lainnya. Bisa dijelaskan pula, manfaat mandi bagi kesegaran dan kesehatan badan. Jelaskan kepada anak didik manfaat air putih bagi kesehatan badan dengan media video animasi menarik atau dongeng. Baca juga: 7 Aktivitas Permainan PAUD Seru untuk Belajar Tema Air 4. Ayo Melestarikan Air Ajak anak didik mencuci mainan berbahan plastik dengan air yang cukup (tidak berlebihan). Jelaskan pula alasan akan pentingnya menggunakan air secukupnya. Anak didik juga bisa diajak untuk mengamati keran air di toilet sekolah, pastikan semua keran sudah tertutup rapat dan tidak membuat air menetes. Ajak anak didik membuat atau mewarnai poster yang berisi kata-kata ajakan untuk menghemat air. Lakukan kegiatan kerja sama dengan orang tua misalnya: Mencuci mainan dengan air secukupnya Menangkap air hujan untuk menyiram tanaman Membuat poster hemat air bersama Membuat jadwal dan kegiatan praktik menyiram tanaman Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD / TK Usia 2 - 3 Tahun, Tema : Bermain dengan Air ( Air, Udara, Api ) 5. Aku Tau Hujan Bisa Terjadi Tema ini biasa dikenal dengan sebutan siklus air atau proses terjadinya hujan. Kegiatan pertama yang perlu dilakukan adalah mengajak anak didik menonton video animasi tentang proses terjadinya hujan. Setelah menonton, anak didik bisa berdiskusi untuk memperdalam pemahaman. Ajak anak didik membuat seni kerajinan tangan berbentuk awan, daratan, sinar matahari, sungai, dan lautan. Lalu, tempelkan pada sebuah kertas manila besar. Setelah selesai, anak didik bisa diminta untuk mempresentasikan media presentasinya.. 6. Bermain dengan Air Di akhir minggu pembelajaran, anak didik bisa diajak untuk melakukan aneka kegiatan bermain air, misalnya: Memancing ikan dengan kail berbahan magnet. Membuat bentuk akuarium yang berisi aneka jenis ikan yang digantung. Memindahkan air dari satu wadah ke wadah lain dengan bahan spon. Kompetisi memindahkan air dengan botol bocor. Bermain memadukan warna Lomba lari estafet sambil memegang gelas plastik berisi air Baca juga: RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Api Variasi kegiatan sangat dibutuhkan agar anak didik semakin banyak bereksplorasi dan mengurangi rasa bosan. Melalui kegiatan percobaan sederhana, bermain, dan bercerita, anak didik akan diajak untuk memahami bahwa air tidak hanya menyegarkan dan menghibur, tetapi juga esensial bagi kesehatan, lingkungan, dan makhluk hidup lainnya. Pembelajaran ini juga memiliki manfaat dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab anak didik dalam melestarikan dan menghemat air sejak usia dini. Semoga di masa depan anak didik bisa menggunakan sumber daya alam lainnya secara bijaksana. Semua dimulai dari cara anak didik menggunakan air secara bijak sejak dini dalam kehidupan sehari-hari. LKPD PAUD GRATIS Bisa Diunduh di Portal Ini Sumber Referensi: 1. Bearpaddle.com. (2022). Fun exciting water activities for kids [1] 2. Parents.com. (2022). Best summer water activities for kids [2]
Api adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia. Anak PAUD Usia 2-4 tahun atau usia Kelompok Bermain perlu memahami manfaat api. Namun, tentu saja pembelajaran dilakukan dengan sangat hati-hati dan dengan cara yang menyenangkan. Artikel Terkait:17 Aktivitas PAUD & TK Tema Bahaya Api untuk Anak Usia 4-5 Tahun RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Api Anak usia 2-4 tahun masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Bila Ayah Bunda tidak mengajarkan sedini mungkin, bisa-bisa ia bisa menyentuh api, bermain dengan api, atau kurang berhati-hati dengan aneka perangkat yang menggunakan api. Berikut ini adalah cara yang aman, menyenangkan, dan efektif untuk mengajarkan manfaat api kepada anak usia Kelompok Bermain. 1. Mengenal Bentuk Api Mengamati Api dalam Bentuk VisualAjak Si Kecil menonton film tentang api. Disarankan bahwa di dalam film tersebut dijelaskan aneka manfaat api, misalnya untuk menghangatkan badan, memasak, atau merebus air. Ayah Bunda juga bisa mengajak Si Kecil mengamati gambar api dan pemanfaatan api. Melakukan Permainan SensorikAjak Si Kecil membuat bentuk api dengan aneka bahan, misalnya berbahan kain, kertas, atau kapas. Jelaskan kepadanya bahwa api sangatlah panas dan tidak boleh disentuh. Baca juga: PENTING: Ide Kegiatan SIMPEL Topik MITIGASI BENCANA, Sub Topik BAHAYA API | Anak PAUD Usia 3-4 Tahun 2. Dengan Media Dongeng Bacakan sebuah cerita tentang api kepada Si Kecil. Cerita ini mengisahkan tentang karakter utama yang berwujud api dalam membantu manusia, misalnya memasak makanan lezat dan menghangatkan badan. Berikut ini adalah contoh dongeng singkatnya: Suatu hari, ada seekor burung kecil bernama Nuri yang kedinginan di hutan. Ia bertemu dengan seorang nenek yang sudah tua. Ia sedang duduk di dekat api unggun. "Datanglah dekat api ini, Nuri," kata Kakek. "Api akan membuatmu hangat." Nuri merasa nyaman dan merasakan hangatnya badan. "Terima kasih, Kakek! Sekarang aku tahu bahwa api bisa menghangatkan kita," kata Nuri dengan wajah berseri. Nenek tua pun mengingatkan, "Ingatlah hai burung Nuri, api tidak boleh disentuh. Api hanya untuk digunakan oleh orang dewasa.” Baca juga: RPP PAUD Tema Air Udara Api, Subtema Ciri dan Manfaat Udara 3. Permainan Boneka Ajak Si Kecil bermain boneka berbentuk api yang gemar membantu manusia, misalnya untuk merebus sayur, menggoreng telur, dan lainnya. Ajak Si Kecil Mengenal Kisah Nabi bersama KABI 4. Bernyanyi Lagu tentang Api Lagu tentang api juga bisa menjadi pilihan aktivitas belajar mengenal api. Berikut ini adalah salah satu contoh potongan syair lagunya: Api kecil untuk memasak makanan,Hangatkan tubuh saat kedinginan,Menggoreng telur dan pisang,Tapi api tidak untuk disentuh Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD / TK Usia 2 - 3 Tahun, Tema : Bermain dengan Air ( Air, Udara, Api ) 5. Memasak Bersama Ajak Si Kecil memasak bersama. Mintalah Si Kecil mengamati saat Ayah Bunda menggoreng telur. Jelaskan kepadanya tentang warna api, hawa panasnya api, bentuknya, serta manfaatnya. Baca juga: Ternyata Belajar Masak Bisa Tingkatkan 7 Soft Skills Penting 6. Membandingkan Rasa Panas dan Dingin Siapkan 2 buah gelas berisi air hangat dan air dingin. Ajak Si Kecil merasakan hangat dan dinginnya gelas dengan indera perabanya. Jelaskan padanya bahwa air yang terasa hangat itu rasanya seperti api. Namun, air hangat sudah tidak panas lagi karena suhunya sudah turun (tidak terlalu panas). 7. Bermain Hangat dan Panas Ajak Si Kecil bermain sambil belajar mengenal bahaya hawa panas dan nikmatnya hawa yang hangat. Mintalah Si Kecil mendekati Ayah Bunda. Saat Ayah Bunda berkata, “Hangat”, maka ia boleh mendekat. Saat Ayah Bunda berkata “Panas”, maka ia boleh menjauh. 8. Melukis dengan Cap Tangan Ajak Si Kecil mengecapkan telapak tangannya pada sebuah cat air, lalu menyentuhkannya pada sebuah kertas manila. Mintalah Si Kecil melakukannya berkali-kali, sehingga membuat sebuah bentuk api yang besar. Saat melakukan aneka kegiatan belajar tentang api, pastikan Ayah Bunda selalu mendampinginya. Apalagi bila kegiatan tersebut menggunakan api beneran. Jadi, ada 2 hal penting yang perlu dipelajari Si Kecil dalam pembelajaran tentang api, yaitu pemanfaatan api dan menjaga keselamatan dari api. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan, Si Kecil akan semakin memahami sisi positif dari penggunaan api dalam hidup sehari-hari. Si Kecil juga akan memahami cara menghindari resiko kejadian buruk yang disebabkan oleh api. LKPD PAUD GRATIS, Bisa Diunduh di Portal Ini Sumber Referensi: 1. Kidssoup.com. (2023). Firefighter and fire safety activities lessons and crafts [1] 2. Teachstarter.com. (2023). Fire safety for kids ideas [2]
Modul topik Alam dan Cuaca dan sub topik Tetap Sehat di Musim Hujan ini bisa menjadi panduan bagi guru PAUD yang mengajar anak usia TK 4-5 tahun. Akhir-akhir ini banyak anak hingga orang dewasa yang mengalami gejala penyakit flu. Apa penyebabnya? Bagaimana cara agar tubuh tetap sehat di musim hujan, yang diperkirakan akan terjadi di bulan Oktober 2024 ini? Dapatkan LKA GRATIS: Ajak Si Kecil Bermain Belajar dengan Kegiatan Kreatif Modul ajar ini akan membantu guru PAUD / TK agar mampu memberikan edukasi kepada anak-anak didiknya, sehingga mereka tetap sehat di kala musim hujan. A. Informasi Umum Semester : 1 Kelompok usia PAUD : 3-4 Tahun Topik : Alam dan Cuaca Sub Topik: Tetap Sehat di Musim Hujan Artikel Terkait: - Modul Ajar & RPPH PAUD / TK Tema : Perbedaan Musim Hujan dan Kemarau - Anak Usia 2-3 Tahun - Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Cuaca Hujan, Alam Semesta - Kurikulum Merdeka Belajar B. Tujuan Pembelajaran Anak didik mengenal ciri musim hujan. Anak didik semakin memahami tentang cara agar tubuh tetap sehat di kala musim hujan. C. Deskripsi Kegiatan Dalam pembelajaran ini, anak didik akan melakukan aneka kegiatan menarik, seperti bermain peran, menonton video dongeng, membuat kerajinan tangan, dan lainnya, agar semakin mengenal ciri musim hujan dan cara menjaga kesehatan di kala musim penghujan. RIRI (Cerita Anak Interaktif): Koleksi Dongeng Anak Edukatif dan Ramah Anak, DIJAMIN D. Kegiatan Harian 1. SOP Pembiasaan Rutin Harian Pada bagian ini anak didik diajak untuk melakukan SOP pembiasaan rutin harian dan pemeriksaan kesehatan tubuh. Siswa diajak menyanyikan lagu pembuka kelas sebagai apersepsi, misalnya dengan bernyanyi lagu “Tik Tik Tik Bunyi Hujan” atau membaca puisi tentang manfaat imunisasi, misalnya: Musim hujan datang membasahi bumi,Bersiaplah kita, jaga diri, tetap bersih.Gunakan payung, jaket, rajin cuci tangan,Sehat dan ceria di musim hujan telah datang! Setelah itu, ajak anak didik berdiskusi secara interaktif. 2. Kegiatan Pembuka Siswa berdiskusi bersama tentang syair lagu yang dinyanyikan dengan menjawab pertanyaan: Lagu / syair tadi tentang apa? Apa ciri musim hujan? Apa yang perlu kita siapkan saat musim hujan? Makanan apa yang perlu kita hindari saat musim hujan? Baca juga: 15 Permainan Anak Usia 5-6 Tahun Saat Cuaca Hujan: Liburan Jadi Makin Menyenangkan 3. Kegiatan Inti sesuai Kurikulum Merdeka Siswa membuat karya kreatif dan melakukan aneka aktivitas yang berhubungan dengan musim hujan dan cara menjaga tubuh tetap sehat saat musim penghujan tiba, misalnya: 1). Menonton Video Dongeng “Frozo Si Katak Usil” Dongen dalam video ini mengambil latar di sebuah hutan di suatu musim penghujan. Setelah menonton video animasi ini, anak didik bisa diajak untuk berdiskusi tentang ciri-ciri musim hujan seperti yang terlihat dalam animasinya. Setelah itu, anak didik bisa diajak untuk mewarnai gambar bertema seekor katak yang sedang bergembira saat musim hujan tiba. 2). Membuat Craft Kertas Origami Berbentuk Payung Kreasi ini dibuat dengan bahan kertas origami, stik es krim, lem, kertas HVS, dan pensil warna atau spidol warna-warni. Pertama-tama, ajak anak didik membuat bentuk payung dari bahan kerta origami dan gagangnya terbuat dari stik es krim. Lalu, tempelkan di atas kertas HVS. Setelah itu, mintalah anak didik menghiasinya, misalnya dengan menggambar seorang anak yang berlindung di bawah payung, dan susana di musim penghujan. Setelah anak didik menyelesaikan karya ini, mintalah ia untuk mempresentasikannya di depan kelas. Baca juga:Ragam Eksperimen dan Craft untuk Belajar Topik Hujan: Sesuai Kurmer PAUD / TK 2023 3). Bermain Eksperimen Hujan Sederhana dan Melatih Sensori Siapkan kapas dan air di dalam sebuah wadah. Jelaskan kepada anak didik tentang kapas yang diumpamakan sebagai awan yang dapat menampung air hujan. Lalu, basahilah kapas dengan air dan peraslah kapas basah tersebut. Mintalah anak didik merasakan sensasi rasa dingin tetesan saat air menetes di permukaan kulit tangannya. Ia akan merasakan sensasi rasa dingin karena tetesan air. Jelaskan kepada anak didik, bahwa tetesan air hujan yang banyak dan bila mengenai tubuh, bisa menyebabkan tubuh menjadi demam. Maka, penting juga dijelaskan untuk mengenakan jas hujan bila pergi ke luar rumah, makan makanan yang hangat dan bergizi, dan bermain di dalam rumah agar badan tetap sehat. Baca juga:Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Angin, Cuaca - Kurikulum Merdeka Belajar 4). Bermain Berjalan Aman Saat Hujan Permainan ini bisa dilakukan di dalam ruangan. Siapkan sebuah karpet atau matras, lalu taburi dengan kapas di sekitar karpet. Tugas anak didik adalah berjalan di atas karpet tanpa diperbolehkan menginjak kapas yang mewakili “tetesan air hujan di atas tanah”. Anak didik akan berjalan di atas karpet dengan hati-hati agar tidak “basah”. Agar makin seru, anak didik bisa sambil menggunakan payung atau mengenakan jas hujan. Permainan ini bisa dilakukan dengan sistem kompetisi, dimana siapa yang bisa mencapai garis finish dalam waktu tercepat tanpa terkena “air hujan” akan menjadi pemenangnya. 4. Kegiatan Refleksi / Penutup Anak didik diajak untuk melakukan kegiatan: Menjawab pertanyaan guru tentang apa saja yang kegiatan yang dilakukan hari ini. Menceritakan perasaan mereka saat belajar dan setelah melakukan aneka kegiatan. Anak didik mendapatkan penugasan yang bisa dilakukan bersama orang tua, misalnya: bernyanyi lagu “Hujan” atau mendiskusikan animasi kisah telada nabi atau KABI berjudul Nabi Nuh A.S. Semoga bermanfaat! Sumber Referensi: 1. Pacehospital.com. (2023). Preventive measures monsoon health tips to keep your children healthy [1] 2. Continentalhospitals.com. (2023). Protecting your kids from common illnesses during rainy season [2]
Edukasi tentang bencana banjir bisa diberikan kepada anak PAUD / TK dengan berbagai cara. Anak usia dini paling menyukai aneka permainan. Anak didik akan lebih banyak belajar dan mudah memahami saat belajar dengan metode bermain dan lebih banyak melakukan. Artikel Terkait: - Inilah 8 Ide Aktivitas Edukasi Waspada Bencana Banjir untuk TK - PAUD - EDUKASI MUDAH Pencegahan BANJIR dengan GAMES ASYIK | PAUD Usia 4-5 Tahun Inilah aneka kegiatan kreatif dan inovatif untuk memberikan edukasi mitigasi bencana banjir bagi anak PAUD / TK usia 4-5 tahun: 1. Permainan "Kota Kecil Dilanda Banjir" Alat dan bahan yang digunakan dalam permainan ini adalah mainan balok bangunan, air, mainan berbentuk manusia kecil. Anak-anak didik membangun aneka bentuk gedung dan letakkan mainan berbentuk manusia di antara bentuk gedung. Setelah jadi, siram mainan dengan sedikit air, sehingga menyebabkan beberapa kerusakan. Lalu, Anak didik untuk membangun kembali bersama-sama. Dalam permainan ini, anak didik belajar tentang bahaya banjir dan pentingnya kerja sama saat terjadi bencana banjir. Baca juga: Jika Terjadi Gempa, Ini Yang Perlu Dilakukan Anak dan Remaja 2. Menyelamatkan Korban Banjir Siapkan sebuah gambar poster ukuran A3 tentang suasana kota di saat banjir. Siapkan pula mainan berbentuk kapal, dan gambar-gambar berukuran kecil, misalnya orang-orangan dan aneka hewan peliharaan yang akan menjadi “korban banjir”. Letakkan poster di lantai dan di atasnya ditaruh gambar bentuk orang-orangan dan hewan peliharaan. Lalu, ajak anak didik untuk berperan sebagai penyelamat korban banjir dengan mainan kapal yang berkeliling kota untuk menyelamatkan korban banjir yang membutuhkan bantuan dan tumpangan. Dalam permainan ini, anak didik belajar tentang pentingnya sikap peduli pada sesama yang membutuhkan bantuan saat bencana terjadi dan memberikan pemahaman akan pentingnya meminta bantuan dari tim SAR (penyelamat). Baca juga: 7 Aktivitas Simpel PAUD untuk Belajar Profesi Pemadam Kebakaran 3. Bercerita dan Quiz tentang Banjir Berikut ini adalah contoh dongeng singkat tentang bencana banjir: Pada suatu hari, hujan deras mengguyur desa Bunga Matahari. Sungai meluap hingga menggenangi rumah-rumah. Anak-anak dan orang dewasa merasa panik. Mereka berlari mencari tempat yang lebih tinggi untuk berlindung. Di tengah kekacauan, ada seorang anak yang hampir tenggelam di permukaan sungai. Seekor anjing setia bernama Moli membantu menyelamatkan seorang anak ke tempat yang aman. Ia juga membantu menyelamatkan tas darurat yang dibawa anak tersebut. Setelah banjir surut, desa pun bersih dan semua orang kembali ke rumah mereka. Moli menjadi pahlawan kecil karena keberaniannya menolong anak kecil itu. Anak kecil itu segera membuka tas darurat yang diberikan oleh orang tuanya. Isi tas dari anak tersebut antara lain adalah Dokumen penting (akta kelahiran, dan surat-surat berharga disimpan dalam kantong tahan air), Kota P3K (obat-obatan dasar dan perban), makanan, minuman, lampu senter dan baterai cadangan. Setelah membacakan cerita, guru bisa memberikan quiz berhadiah kepada para siswa. 4. Bermain Drama Bencana Banjir Alat dan Bahan yang digunakan dalam permainan ini adalah kostum atau aksesoris sederhana (seperti topi, jas hujan), dan boneka. Anak didik bermain sebagai petugas penyelamat, warga yang menjadi korban banjir, dan relawan. Anak didik memperagakan adegan penyelamatan saat para petugas penyelamat dan para relawan membantu korban bencana banjir, misalnya saat menenangkan korban, berbagi makanan, memberikan minuman, mengobati yang terluka, dan lainnya. Anak didik akan berlatih mengembangkan sikap peduli, jiwa empati, kreativitas, dan kecerdasan bahasa. Metode belajar dengan permainan membuat topik serius, seperti edukasi bencana banjir lebih mudah diterima oleh anak didik. Anak didik menjadi tidak merasa takut. Materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami ketika suasananya sangat menyenangkan. RIRI (Cerita Anak Interaktif): Media Mengembangkan Karakter Anak Indonesia dengan Dongeng Melalui permainan, anak-anak didik dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Mereka belajar untuk mengenali situasi berbahaya, membuat keputusan cepat serta tepat ketika suatu saat bencana benar-benar terjadi. Sumber Referensi: 1. Uns.ac.id. (2022). Pkm uns team creates educational game for disaster mitigation [1] 2. Warse.org. (2022). Ijatcse42862019.pdf [2]